Tindakan apa yang akan anda ambil
tatkala menyadari putera/putri anda sering terlihat beraksi bersama
beberapa kelompok Hacker di Internet?? Mencegah?? Mendukung??
Banyak orang memiliki persepsi salah
dalam memandang dunia Hacking. Walaupun sudah begitu banyak para white
hat menggembar-gemborkan disana-sini bahwa Hacking is NOT Cracking,
Hacking adalah pekerjaan mulia, Hacking isn’t CRIME! dan lain-lain… dan
lain-lain… dan lain-lain… dan lain-lain… namun tetap saja masyarakat
kita beranggapan bahwa Hacking adalah aktivitas NEGATIF. Orang tua akan
lebih senang jika anaknya bercita-cita menjadi dokter, perawat atau
pilot daripada mendengar putera/putrinya mengatakan “Saya ingin menjadi
seorang HACKER!”
Tidak bisa
dipungkiri, para white hat sendiri pun kadangkala terkesan terlalu
melebih-lebihkan dunia mereka dekat pada kesempurnaan. Anak-anak akan
lebih memandang bahwa Hacker pastilah kaya-raya, Hacker pastilah hidup
serba kecukupan, Hacker pastilah.. ah, dan masih banyak lagi
dugaan-dugaan menakjubkan di pikiran mereka. Padahal di kenyataannya,
Hacking bukan kegiatan yang mengharapkan untuk mendapat sesuatu, namun
berharap akan ada sesuatu yang mereka berikan dan bermanfaat bagi orang
lain.
Lalu siapa yang salah?? Tidak ada yang
salah. Orang tua mana sich yang ingin anaknya menjadi kriminal? Ya,
kriminal, karena beberapa tindakan Hacking memang tergolong ILEGAL jika
dilakukan pada tempat dan waktu yang salah.
Hacking bukan hanya sekedar melakukan
serangan-serangan dengan tumpukan-tumpukan exploit, tidak sekedar
menghabiskan waktu untuk mendebug program, tidak sekedar mencari
security hole. Setiap pengabdi pada budaya Hacker dan melakukan kegiatan
demi budaya itu, maka itulah Hacking. Memoderasi milis-milis ilmu
pengetahuan, forum-forum besar, menyebarluaskan informasi.. semua itu
masuk dalah kegiatan HACKING.
Dulu ketika saya masih di bangku
sekolah, saya sering mendapat teguran dari orang tua saya.. “Buat apa
sih kamu nulis artikel, memangnya dengan menulis artikel kamu akan
mendapat uang?? Toh artikel itu nantinya akan kamu sebar luaskan secara
cuma-cuma! buang-buang waktu saja..”
Hehehe.. mungkin kata-kata diatas pernah
anda ucapkan pada kerabat atau putera-putri anda yang rajin
mempersiapkan artikel untuk zine situs-situs Hacker. Buang-buang waktu??
Buang-buang uang?? Saya rasa tidak sepenuhnya BENAR. Sekarang
bandingkan dengan belajar BIOLOGI (kita balik lagi ke SMA yach..). Buat
apa sich rajin-rajin belajar biologi?? buat apa sich ngerjakan-soal-soal
sulit di rumah?? emangnya nanti soal-soal yang kamu kerjakan di rumah
itu akan dinilai oleh guru?? emangnya semua itu akan masuk rapor di
akhir semester?? nggak khan?? Emang enggak, tapi khan kita jadi gape
BIOLOGI! Nah, hal yang sama terjadi pada belajar Hacking dan mengabdi
pada budaya Hacking.
Kita mungkin tidak mendapat uang.. kita
mungkin akan kehilangan waktu bermain.. kita mungkin akan kehilangan
waktu untuk bersosialisasi.. namun kita mendapatkan PENGALAMAN dan
KEMAMPUAN yang tidak akan pernah didapatkan orang lain. Bukankah semua
itu layak untuk diperjuangkan?
Ada suatu “mitos” yang mengatakan bahwa
jika kita bergabung di suatu channel Hacker dan kita bukan salah seorang
yang telah dikenal dikalangan mereka, maka kita akan diabaikan. Nah,
bagaimana kita bisa dikenal jika kita belum pernah berkarya dan mengabdi
pada budaya yang sama dengan budaya mereka??
Jika masalah uang memang faktornya,
tidak terlalu sulit bagi seorang Hacker untuk mencari uang. Di jaman
yang seperti sekarang ini, mencari pekerjaan tidak cukup dengan
sederetan sertifikat dan gelar SARJANA. Kenyataan bahwa relasi dan
kemampuan “nyata” ternyata mampu mengalahkan semua itu. Jika anda
melamar suatu pekerjaan di sebuah perusahaan yang sedang membutuhkan
Administrator Jaringan misalnya. Anda akan lebih mudah dietrima jika
sebelumnya anda telah dikenal secara baik dari segi kemampuan daripada
mereka yang hanya mengandalkan sertifikat dan ijazah. Surat lamaran anda
akan segera menggeser tumpukan surat pelamar lain kedalam tong sampah
Well.. mengapa harus takut saat
putera/putri kita terlibat aktivitas “HACKING”?? Yang seharusnya kita
lakukan adalah membimbing mereka dan memberikan dukungan sambil
mengarahkan agar nantinya mereka bisa menjadi seorang Hacker yang
beretika dan berguna bagi masyarakat. Yang bisa kita lakukan adalah
membantu mereka, entah itu dalam hal membagi waktu dan lain sebagainya.
So.. HACKING.. WHY NOT??!!!
sumber : spyrozone
Tidak ada komentar:
Posting Komentar